Senin, 23 Juni 2014

[BOOK REVIEW] Jodoh Akan Bertemu


Judul : Jodoh Akan Bertemu
Penulis : Dwitasari & Lana Azim
ISBN : 978-602-7689-58-9
Penerbit : Loveable
Cetakan pertama : 2013
Halaman : 286 (13 x 19)

"Hati berbentuk batu, akan langsung hancur bila dipalu. Susah untuk mengembalikan ke bentuk semula. Butuh waktu yang sangat lama. Hati berbentuk kaleng, akan berbekas bila dipalu. Dan butuh usaha dari dalam untuk mengembalikan bentuknya. Dan hati berbentuk karet, sekeras apapun dipalu, dia akan cepat kembali ke bentuk semula." (hal. 14)

Nia, istri siriku, fotomodel terkenal di Jepang. Engkau itu cantik, galak, aku cinta mati sama kamu. Ayumi, sahabat wanita Jepangku yang paling baik. Walaupun dia rela mengikhlaskan seluruh hati, pikiran, dan tubuhnya pada diriku, tapi aku yakin bahwa dia bukanlah tulang rusukku yang hilang itu. Dan Nurma, wanita berjilbab, hafal Qur’an, seorang dokter di kampung, adalah jodoh dari ayahku,

Sekarang aku bingung, Nia. Harus bagaimana? Perlahan napasku mulai tinggi. Gema takbir pada malam penuh kemenangan ini samar – samar mulai tak terdengar lagi. “Nia, bismillah. Dengan ini aku nyatakan, kamu aku cerai, talak satu. Maafkan aku. Maaf,” ucapku sekuat tenaga. Napasku masih tersenggal berat mengucapkannya. 

Nia diam. Suaranya tak terdengar lagi. Kecuali air mata yang menderai membasahi tubuhku yang kurasa. Dia masih memelukku erat , menggoncang – goncang tubuhku. Kupejamkan mataku dan tidur lemas di pelukkannya. Dia mencengkeram kuat tubuhku.

Saya suka dengan perpaduan karakter antara Chabib dan Nia. Chabib seorang anak SMA yang polos, taat beragama dan sangat patuh pada orang tua, sedangkan Nia, seorang wanita modern, cerdas yang telah terkontaminasi dengan negara Jepang.
Konfliknya pun cukup menarik saat Chabib mencoba untuk tetap mempertahankan cintanya untuk Nia.  Saat Chabib bertemu Ayumi di Jepang, saya pikir Chabib akan melabuhkan hatinya pada Ayumi, tapi ternyata tidak.

"Setiap getar hati yang terpatri, setiap suara cinta yang terdengar dari relung kalbu, setiap jalinan cinta yang pernah atau masih terasa, dan demi Tuhan yang menciptakan kasih sayang. Aku merasakannya. Dia mengaduh dalam dimensi lain, dalam waktu yang asing." (hal. 268)

Saya sangat penasaran saat setelah Chabib kembali ke Indonesia dan di jodohkan oleh ayahnya dengan Nurma, wanita berjilbab, hafal Qur’an dan seorang dokter dikampungnya. Saya sempat menebak kalau Chabib akan melabuhkan hatinya pada Nurma. Tapi saat Chabib dihadapkan dengan dua cinta inilah yang membuat saya semakin penasaran dengan ending yang tak terduga. Buku dengan cover coklat ini cukup menarik dengan tambahan lagu - lagu dari SO7 yang membuat terasa begitu feel dengan jalan cerita dan konflik.

“Aku mengalir mengikuti arus kehidupanku. Berbagai perasaan silih berganti, datang dan pergi. Bermacam kejadian aku alami.” (hal. 273)

Membaca buku ini, seperti mengaduk – aduk emosi, karena banyak kesabaran, cita – cita, harapan dan pengorbanan si tokoh yang membuat cerita ini mengaru biru. Kita dapat menggambil beberapa nilai agama dari buku ini. Bahasa dalam buku ini pun cukup mudah untuk dipahami. Saya memberi 4 of 5 stars untuk cerita ini.

“Then I’m sick in this part deep in this heart lonely
Meskipun melibatkan ragu saat menjemput rasa, tapi percayalah, ragu yang terjawab itu namanya cinta
Karena terkadang setiap mimpi indah yang kita bayangkan, akan menjelma menjadi kenyataan yang menampar hati kita sendiri” (hal. 257)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar