Judul : Jodoh Akan Bertemu
Penulis : Dwitasari & Lana Azim
ISBN : 978-602-7689-58-9
Penerbit : Loveable
Cetakan pertama : 2013
Halaman : 286 (13 x 19)
"Hati berbentuk batu, akan langsung hancur bila dipalu.
Susah untuk mengembalikan ke bentuk semula. Butuh waktu yang sangat lama. Hati berbentuk
kaleng, akan berbekas bila dipalu. Dan butuh usaha dari dalam untuk
mengembalikan bentuknya. Dan hati berbentuk karet, sekeras apapun dipalu, dia
akan cepat kembali ke bentuk semula." (hal. 14)
Nia, istri
siriku, fotomodel terkenal di Jepang. Engkau itu cantik, galak, aku cinta mati
sama kamu. Ayumi, sahabat wanita Jepangku yang paling baik. Walaupun dia rela
mengikhlaskan seluruh hati, pikiran, dan tubuhnya pada diriku, tapi aku yakin
bahwa dia bukanlah tulang rusukku yang hilang itu. Dan Nurma, wanita berjilbab,
hafal Qur’an, seorang dokter di kampung, adalah jodoh dari ayahku,
Sekarang aku
bingung, Nia. Harus bagaimana? Perlahan napasku mulai tinggi. Gema takbir pada
malam penuh kemenangan ini samar – samar mulai tak terdengar lagi. “Nia,
bismillah. Dengan ini aku nyatakan, kamu aku cerai, talak satu. Maafkan aku.
Maaf,” ucapku sekuat tenaga. Napasku masih tersenggal berat mengucapkannya.
Nia
diam. Suaranya tak terdengar lagi. Kecuali air mata yang menderai membasahi
tubuhku yang kurasa. Dia masih memelukku erat , menggoncang – goncang tubuhku.
Kupejamkan mataku dan tidur lemas di pelukkannya. Dia mencengkeram kuat
tubuhku.
Saya suka
dengan perpaduan karakter antara Chabib dan Nia. Chabib seorang anak SMA yang
polos, taat beragama dan sangat patuh pada orang tua, sedangkan Nia, seorang
wanita modern, cerdas yang telah terkontaminasi dengan negara Jepang.
Konfliknya pun
cukup menarik saat Chabib mencoba untuk tetap mempertahankan cintanya untuk
Nia. Saat Chabib bertemu Ayumi di
Jepang, saya pikir Chabib akan melabuhkan hatinya pada Ayumi, tapi ternyata
tidak.
"Setiap getar hati yang terpatri, setiap suara cinta
yang terdengar dari relung kalbu, setiap jalinan cinta yang pernah atau masih
terasa, dan demi Tuhan yang menciptakan kasih sayang. Aku merasakannya. Dia mengaduh
dalam dimensi lain, dalam waktu yang asing." (hal. 268)
Saya sangat
penasaran saat setelah Chabib kembali ke Indonesia dan di jodohkan oleh ayahnya
dengan Nurma, wanita berjilbab, hafal Qur’an dan seorang dokter dikampungnya. Saya
sempat menebak kalau Chabib akan melabuhkan hatinya pada Nurma. Tapi saat
Chabib dihadapkan dengan dua cinta inilah yang membuat saya semakin penasaran
dengan ending yang tak terduga. Buku dengan cover coklat ini cukup menarik
dengan tambahan lagu - lagu dari SO7 yang membuat terasa begitu feel dengan jalan cerita dan konflik.
“Aku mengalir mengikuti arus kehidupanku. Berbagai perasaan
silih berganti, datang dan pergi. Bermacam kejadian aku alami.” (hal. 273)
Membaca buku
ini, seperti mengaduk – aduk emosi, karena banyak kesabaran, cita – cita,
harapan dan pengorbanan si tokoh yang membuat cerita ini mengaru biru. Kita dapat menggambil beberapa nilai agama dari buku ini. Bahasa
dalam buku ini pun cukup mudah untuk dipahami. Saya memberi 4 of 5 stars untuk
cerita ini.
“Then I’m sick in this part deep in this heart lonely
Meskipun melibatkan ragu saat menjemput rasa, tapi
percayalah, ragu yang terjawab itu namanya cinta
Karena terkadang setiap mimpi indah yang kita
bayangkan, akan menjelma menjadi kenyataan yang menampar hati kita sendiri”
(hal. 257)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar